Langsung ke konten utama

Postingan

HIDUP ATAU MATI

Pemeo itu sangat heroik saat perjuangan bangsa saya untuk memperoleh kemerdekaan. Terbukti ampuh untuk membakar semangat tempur 'gerilya' rakyat bersama laskar muda bambu runcing, parang, tombak, dan senjata pampasan untuk memukul mundur dari garis demarkasi dan memilih gencatan senjata, jam malam, patroli konvoi, lalu serangan udara memporakporandakan strategi manual pejuang bersembunyi total. Ketika periode merdeka berkembang biak dari pemilu ke pemilu, presiden ke presiden berikutnya, pemeo itu bergeser ke wilayah 'kekuasaan' dan wilayah 'rakyat', serta 'pemilik modal'. Adu visi, misi, sampai strategi tender seperti iklan berjalan yang kuat etika bisnisnya: menjual dan membeli, untung dan rugi, hutang dan piutang, peluang dan risiko. Semua berujung pada hukum kemakmuran dan kesejahteraan standar manjerial: planning, organizing, controlling, and evaluation. Dengan pendekatan selalu meng-update ilmu baru dan penyeleksian sesuai kebutuhan diharapkan mene...

MUTIARA TANAH LEMPUNG

Balutan lumpur di kaki masih terasa dingin pada subuh ini, karena orang-orang biasa bangun ketika fajar belum merekah. Dengan sedikit gumam dan desah nafas, kaki harus berjalan menelusuri pematang sawah di ujung desa. Beberapa lampu di tikungan jalan kampung masih menyala, sisanya disamarkan oleh pucuk daun bergoyang memburu angin. Alas kaki tak lagi dibutuhkan karena menapak ke permukaan tanah gembur lebih nikmat terasa di pori-pori, apalagi kalau semut menjepitkan moncongnya dengan kesal pada salah satu bagian kulit paling ideal untuk digigit. Ujung-ujung daun rumput tajam kadang menggores dengan santai ke mana ia mau. Dan ketika sapuan air mengenai luka, seperti sepasukan semut ganas menggigit bersamaan pada tempat gigitan yang sama. Tapi tanah tetap digali, tanah tetap dicangkul. Hanya dengan begitu, lahan siap untuk proses pengolahan masa tanam selanjtunya. Begitulah keseharian para pekerja alam pertanian berkumandang tak henti, tak jemu, dan kembali esok hari pada jam dan tempat ...

MUSIM HUJAN

Aha, bulan Desember benar-benar dihujani air dari langit. Setelah sekian lama hujan tak sesuai musim datangnya di beberapa tempat di Indonesua, beberapa hari ini air melimpah tercurah. Pertanda apakah ini? Ya, kalau memang mau turun hujan ya sebaiknya mudah diperkirakan pergerakannya sehingga orang kembali percaya peribahasa: Sedia payung sebelum hujan. Kelimpahan hujan bisa kita terima dengan berbasah-basah ria, bukan kepalang basah. Semestinya ramalan cuaca kembali dibaca dan dipertimbangkan kepentingannya. Terima kasih para pemerhati cuaca, tugas layanan Anda sangat bermanfaat bagi kami pejalan hujan. Terima kasih Saudara Pawang yang selalu mencermati arah angin yang membawa awan berpotensi hujan di jalan. Ritualmu semakin menguatkan kami bahwa keseimbangan atau keharmonisan semesta menjadi bagian hidup, tatanan, dan perubahan waktu. Bagiku, musim hujan tak usah ditolak karena orang semakin disadarkan akan kedewasaan menerima hujan meski harus menggerutu ketika memakan waktu kita te...

TAWURAN

Amarah yang bertingkat-tingkat, dendam yang menumpuk seperti api dalam sekam. Secara lahir kadang tidak menunjukkan gelagat patut dicurigai. Semua berjalan seperti biasa, mengalir, lancar, tanpa gesekan. Lalu tiba-tiba gelombang pasang tsunami menggelegak di jalan-jalan, hujan batu, desing parang, pentungan dan ceceran darah manusia tak terbendung lagi. Begitu sering terjadi, begitu mudah tersulut, hanya persoalan yang semestinya dapat diselesaikan tanpa kerusakan dan kerugian lebih besar. Energi terbesar manusia untuk merekonstruksi peradaban menjadi mosaik relief yang berkualitas yang bisa diwariskan kepada generasi penonton dan generasi penyambung garis keturunan seyogyanya ditunukkan gambar hidup yang enak dinikmati sambil makan dan minum di teras rumah, di halaman sekolah, dan di sepanjang panggung kehidupan. Energi destruktif tak pernah berbuah menyenangkan untuk segala generasi. Hanya memumpuk puing-puing dan fosil nestapa yang bila diceritakan kembali dalam gambar memori realis...

CELAKA 2012

Masyarakat penggemar film disuguhi cerita tentang kiamat pada mitologi Maya bahwa 21 Desember 2012. Ide dasarnya tentu penafsiran penulis skenario film yang mencoba memahami fenomena alam, ilmu pengetahuan, sosial, dan perkembangan budaya. Teknologi digital meramaikan manipulasi visualisasi gambar menjadi imaji yang booming ketika bertemu dengan sense of bussines. Penonton dengan latar belakang yang berbeda wilayah dan kultur harus menerima ide pembuat film suka atau tidak suka. Dengan pola pikir merdeka sebenarnya orang ditantang pada pilihan prinsip hidupnya sendiri: tegar, bimbang, atau ikut arus efek rasa gambar. Dengan pola rasa religiositas sebenarnya orang disadarkan kembali akan adanya garis final kehidupan manusia di belahan bumi manapun untuk bersedia mati dalam untung dan malangnya sendiri. Jangkauan pikiran manusia bisa digunakan dalam lingkup terbatas sesuai alamnya, atau bisa dimaksimalkan untuk meramalkan kemungkinan kurun waktu yang akan datang sesuai imajinasi konstruk...

MEMBANGUN KONFLIK DAN PENGAMPUNAN

Bermunculan konflik kepentingan di antara kita, berkecamuk opini pro dan kontra atas konflik yang berkembang. Maka, bertambahlah forum konflik di mana-mana memenuhi ruang pikir dan rasa publik. Angin berbisik ke telinga, matahari menggantang permukaan bumi tanpa ampun, permukaan air mendidih menimbulkan gelombang, pusat bumi demam tak tertahankan dan lari ke gunung-gunung yang masih membuka dapur umum, dan orang-orang bergerak memasuki kota, menggelandang di jalan, berteriak lantang di gerbang. Demonstrasi di mana-mana. Tuntutan ada di mana-mana. Tayangan televisi pun jadi penuh berita. Kritik terhadap pemegang kekuasaan negeri ini seperti banjir saat hujan mengguyur kota-kota. Masyarakat bengong menyaksikannya, bergerombol di gardu siskamling, di warung pinggir jalan, di teras rumah saat bertamu, dan di pasar-pasar saat menunggu barang dagangan. Pendidikan formal dan nonformal harus menjadi acuan dasar masyarakat majemuk untuk membangun bangsa yang kuat. Pendidikan formal sekarang leb...

HARI PAHLAWAN, 10 NOVEMBER

Selain pembicaraan di media, tak terasa greget masyarakat menyambut peringatan ini. Peristiwa heroik Surabaya yang mengubah bendera merah putih biru menjadi merah putih saja tetap berkibar di puncak tiang tersamar pada tumpukan gejolak batin masyarakat kini menghadapi keadaan. Surabaya tetap kota pahlawan, tetapi perjuangan Bung Tomo belum selesai sebagai pejuang. Kejuangan arek-arek Surabaya yang powerfull tak mencairkan pengakuan kepahlawanan tokoh pelakunya. Ini fakta dokumen yang harus terus dikaji saat peringatan kembali dikenang di negeri ini. Jiwa-jiwa muda tumpah darah ini adalah semangat batin kemerdekaan atas belenggu-belenggu ketidakadilan. Bila gambaran generasi muda yang terungkap tak lagi mencerminkan semangat energi positif memajukan peradaban, membangun struktur dan infrastruktur yang ada, kesadaran pluralisme, cinta tanah air, serta mewujudkan cita-cita stakeholder sesuai pebukaan UUD 1945 sebagai harga mati; barangkali kita telah menggiring opini dan rasa pada sikl...