Langsung ke konten utama

TAWURAN

Amarah yang bertingkat-tingkat, dendam yang menumpuk seperti api dalam sekam. Secara lahir kadang tidak menunjukkan gelagat patut dicurigai. Semua berjalan seperti biasa, mengalir, lancar, tanpa gesekan.

Lalu tiba-tiba gelombang pasang tsunami menggelegak di jalan-jalan, hujan batu, desing parang, pentungan dan ceceran darah manusia tak terbendung lagi. Begitu sering terjadi, begitu mudah tersulut, hanya persoalan yang semestinya dapat diselesaikan tanpa kerusakan dan kerugian lebih besar.

Energi terbesar manusia untuk merekonstruksi peradaban menjadi mosaik relief yang berkualitas yang bisa diwariskan kepada generasi penonton dan generasi penyambung garis keturunan seyogyanya ditunukkan gambar hidup yang enak dinikmati sambil makan dan minum di teras rumah, di halaman sekolah, dan di sepanjang panggung kehidupan.

Energi destruktif tak pernah berbuah menyenangkan untuk segala generasi. Hanya memumpuk puing-puing dan fosil nestapa yang bila diceritakan kembali dalam gambar memori realistik akan membentuk ujud raksasa berwajah sangar dan haus darah orang lain. Tumbal dan persembahan darah akan bergelimpangan di pusara negeri.

Di mana keluhuran tradisi masih diwarisi secara halus, tepa slira, tenggang rasa, dan hidup berdampingan secarai damai.

Saudara kita di Bali, menjadikan tawur sebagai ritual suci mencapai keharmonisan manusia, alam dan sang hyang widhi. Mereka menolak tawuran sebagai angkara. Bhinneka Tunggal Ika masih terpanjang di kaki garudaku. Kebhinekaan adalah suatu kenyataan hidup yang tak bisa dihindari, dan perbedaan itu bukan suatu pemicu untuk berlangsungnya tawuran massal.

Aparat keamanan tak kan sanggup meredam gejolak akuut yang tak mau berdamai dengan diri sediri, apalagi dengan orang lain.

Setiap putaran masa kalender berakhir, dan menantikan awal putaran masa berikutnya adalah sebuah ruang kesadaran untuk mawas diri sebagai manusia: individu atau pun sosial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIAK KECIL GELOMBANG BESAR

RASA INGIN TAHU YANG BESAR adalah salah satu sikap ilmiah.      Mau tahu sedikit atau banyak itu pilihan. Daya tarik magnet selalu berada pada dua kutub yang berbeda. Kesadaran akan eksistensi dan hakikat seharusnya menjadikan pola pikir terbuka bahwa perbedaan itu salah satu dalil tak terbantahkan oleh akal sehat manusia. Tingkat-tingkat kecerdasan itu melekat pada diri setiap insan. Bahwa ada kesamaam di antaranya juga bukan suatu kebetulan seperti yang sering ditulis dalam cerita sinetron di tv.      Tingkat kecerdasan dasar dimulai sejak dalam kandungan ibu, maka rahim ibu diinisiasikan sebagai sekolah kehidupan -- PAUD masa pranatal . Tingkat kecerdasan lanjutan pertama berlaku sejak 'terlahir' keluar dari persembunyian rahim ibu ( pascanatal) . Proses keluar dari persembunyian rahim tentu saja melalui persalinan. ada persalinan normal, lancr; ada persalinan 'istimewa'. Secara umum persalinan setelah usia matang kandungan 9 bulan 10 hari...

POLITIK: POLI YANG ITIK-ITIK

Pol suguhan tayangan televisi di rumah-rumah yang suka mengisi hari-harinya di rumah rakyat. Ada rakyat yang sungguh-sungguh rakyat yang punya rumah, namun ada pula rakyat yang belum sungguh-sunguh tidak punya rumah kecuali alas tidur dan ruang hidup sederhana. Jadi rakyat ada yang sudah menikmati kemerdekaan tetapi ada juga yang belum merasakan kemerdekaan dalam situasi yang real. Itik adalah salah satu jenis hewan berkaki dua, bersayap, berleher jenjang, dan suka berbaris rapi. Kwek-kwek menjadi ciri khas paduan suaranya saat gembira, sedih, mengigau, bermimpi, terancam, tapi juga berakting. Karena keahliannya itu, ia tampil dalam film-film kartun yang melegenda di televisi. PolItik menjadi sajian media dan menu pembuka diskusi di warung-warung, ruang kerja, pasar modal, pasar tradisional, atriumn mall, rumah sakit, dan tempat-tempat umum lainnya. Tidak terbatas persoalan dalam negeri, tetapi juga persoalan luar negeri. Tentu saja rakyat yang melek PolItik lebih tahu strategi con...

CERITA YANG MEMANG MELAYU

Alkisah negeriku berangkat dari kesadaran warganya untuk merdeka dari belenggu penjajah, keterbelakangan, kemiskinan, dan kesederhanaan peradaban. Sebagian warga menikmati tinggal di dataran rendah sebagai bagian dari aliran sungai dan bekas letusan gunung berapi yang terkenal mampu menyuburkan lapisan tanah. Petak-petak tanah mereka olah dan sekat untuk usaha mempertahankan kelangsungan hidup: tempat tinggal, tempat bermain, berkebun, dan tentu saja membuang sampah. Pertemuan antarmereka membuat suasana menjadi lebih ramai, penuh dinamika hidup, termasuk konflik, dendam, tipu muslihat yang memuncak pada curiga, menuduh, fitnah dan amarah. (Prolog lain seperti dalang dalam kisah pewayangan saja) Ternyata, panorama lembah, hutan, gunung, sungai, bersama-sama bertepi di pantai laut yang berbeda jarak dan kedalamannya. Itulah persoalannya. Orang tidak mudah betah tinggal di tempatnya sendiri. Mata dan kaki cenderung ingin bergerak melihat tempat-tempat lain yang menggoda. Timbul niat ingi...