Langsung ke konten utama

HARI PAHLAWAN, 10 NOVEMBER

Selain pembicaraan di media, tak terasa greget masyarakat menyambut peringatan ini. Peristiwa heroik Surabaya yang mengubah bendera merah putih biru menjadi merah putih saja tetap berkibar di puncak tiang tersamar pada tumpukan gejolak batin masyarakat kini menghadapi keadaan. Surabaya tetap kota pahlawan, tetapi perjuangan Bung Tomo belum selesai sebagai pejuang.

Kejuangan arek-arek Surabaya yang powerfull tak mencairkan pengakuan kepahlawanan tokoh pelakunya. Ini fakta dokumen yang harus terus dikaji saat peringatan kembali dikenang di negeri ini. Jiwa-jiwa muda tumpah darah ini adalah semangat batin kemerdekaan atas belenggu-belenggu ketidakadilan.

Bila gambaran generasi muda yang terungkap tak lagi mencerminkan semangat energi positif memajukan peradaban, membangun struktur dan infrastruktur yang ada, kesadaran pluralisme, cinta tanah air, serta mewujudkan cita-cita stakeholder sesuai pebukaan UUD 1945 sebagai harga mati; barangkali kita telah menggiring opini dan rasa pada siklus bencana berjenjang menuju keniscayaan global yang rentan terhadap virus yang berasal dari negeri kita sendiri.

Lalu berbondong-bondong volunteer datang ke negeri kita hendak menawarkan modal pinjaman lunak, peralatan terbaru produk mereka, makanan cepat saji, obat-obatan dengan resep khusus lisensi mereka, dan tenaga yang tak mau tunduk pada norma nasional produk bangsa sendiri.

Pahlawan, seberapa aktual jiwamu di dada mudaku!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RIAK KECIL GELOMBANG BESAR

RASA INGIN TAHU YANG BESAR adalah salah satu sikap ilmiah.      Mau tahu sedikit atau banyak itu pilihan. Daya tarik magnet selalu berada pada dua kutub yang berbeda. Kesadaran akan eksistensi dan hakikat seharusnya menjadikan pola pikir terbuka bahwa perbedaan itu salah satu dalil tak terbantahkan oleh akal sehat manusia. Tingkat-tingkat kecerdasan itu melekat pada diri setiap insan. Bahwa ada kesamaam di antaranya juga bukan suatu kebetulan seperti yang sering ditulis dalam cerita sinetron di tv.      Tingkat kecerdasan dasar dimulai sejak dalam kandungan ibu, maka rahim ibu diinisiasikan sebagai sekolah kehidupan -- PAUD masa pranatal . Tingkat kecerdasan lanjutan pertama berlaku sejak 'terlahir' keluar dari persembunyian rahim ibu ( pascanatal) . Proses keluar dari persembunyian rahim tentu saja melalui persalinan. ada persalinan normal, lancr; ada persalinan 'istimewa'. Secara umum persalinan setelah usia matang kandungan 9 bulan 10 hari...

POLITIK: POLI YANG ITIK-ITIK

Pol suguhan tayangan televisi di rumah-rumah yang suka mengisi hari-harinya di rumah rakyat. Ada rakyat yang sungguh-sungguh rakyat yang punya rumah, namun ada pula rakyat yang belum sungguh-sunguh tidak punya rumah kecuali alas tidur dan ruang hidup sederhana. Jadi rakyat ada yang sudah menikmati kemerdekaan tetapi ada juga yang belum merasakan kemerdekaan dalam situasi yang real. Itik adalah salah satu jenis hewan berkaki dua, bersayap, berleher jenjang, dan suka berbaris rapi. Kwek-kwek menjadi ciri khas paduan suaranya saat gembira, sedih, mengigau, bermimpi, terancam, tapi juga berakting. Karena keahliannya itu, ia tampil dalam film-film kartun yang melegenda di televisi. PolItik menjadi sajian media dan menu pembuka diskusi di warung-warung, ruang kerja, pasar modal, pasar tradisional, atriumn mall, rumah sakit, dan tempat-tempat umum lainnya. Tidak terbatas persoalan dalam negeri, tetapi juga persoalan luar negeri. Tentu saja rakyat yang melek PolItik lebih tahu strategi con...

MUTIARA TANAH LEMPUNG

Balutan lumpur di kaki masih terasa dingin pada subuh ini, karena orang-orang biasa bangun ketika fajar belum merekah. Dengan sedikit gumam dan desah nafas, kaki harus berjalan menelusuri pematang sawah di ujung desa. Beberapa lampu di tikungan jalan kampung masih menyala, sisanya disamarkan oleh pucuk daun bergoyang memburu angin. Alas kaki tak lagi dibutuhkan karena menapak ke permukaan tanah gembur lebih nikmat terasa di pori-pori, apalagi kalau semut menjepitkan moncongnya dengan kesal pada salah satu bagian kulit paling ideal untuk digigit. Ujung-ujung daun rumput tajam kadang menggores dengan santai ke mana ia mau. Dan ketika sapuan air mengenai luka, seperti sepasukan semut ganas menggigit bersamaan pada tempat gigitan yang sama. Tapi tanah tetap digali, tanah tetap dicangkul. Hanya dengan begitu, lahan siap untuk proses pengolahan masa tanam selanjtunya. Begitulah keseharian para pekerja alam pertanian berkumandang tak henti, tak jemu, dan kembali esok hari pada jam dan tempat ...