Langsung ke konten utama

ANGGAPLAH

Heran, orang berbicara keras-keras pada saat orang lain beranjak tidur. Heran, orang membuka knalpot kendaraannya keras-keras saat orang jenuh mendengar suara bising. Orang memperdengarkan alunan bunyi musik keras-keras di antara orang yang tak berselera musik. Dan Orang berpikir keras untuk membunuh orang lain dengan berbagai alasan emosional tak tertahankan untuk sebuah puncak kepuasan sesaat.

Para petugas ketertiban kewalahan menjalankan tugas perintah komandan lapangan. Mereka langsung berhadapan dengan rakyat yang mengejar peluang tetap hidup di tengah fluktuasi zaman yang tak mereka pahami berpihak kepada siapa. Sirine meraung-raung memecah kemacetan di jalanan. Potensi kebakaran menyebar ke berbagai sudut permukiman dan lahan kering musim kemarau. Ledakan petasan mengejutkan suasana hidup tenang. Dan tiba-tiba bencana gempa kembali melanda, meluluhlantakkan rumah-rumah, pekarangan, instalasi, melumat tubuh lemah, mengubur kenangan indah kehidupan.

Matahari berselubung asap. Jadwal penerbangan tertunda sampai batas pandang toleransi yang diizinkan. Udara terkontaminasi debu menyisakan napas tersengal, batuk-batuk dan iritasi pedih pada mata.

Pada puncaknya, harga-harga melambung naik tak terbeli. Pembagian sembako gratis berujung kacau, tidak merata, dan arus mobilitas orang terpusat pada jalur-jalur padat, penuh risiko, harus terjadi penumpukan pada saat yang hampir bersamaan. Hal itu terus berlangsung setiap tahun, terus berulang, dalam perbedaan persepsi kejernihan nurani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAWURAN

Amarah yang bertingkat-tingkat, dendam yang menumpuk seperti api dalam sekam. Secara lahir kadang tidak menunjukkan gelagat patut dicurigai. Semua berjalan seperti biasa, mengalir, lancar, tanpa gesekan. Lalu tiba-tiba gelombang pasang tsunami menggelegak di jalan-jalan, hujan batu, desing parang, pentungan dan ceceran darah manusia tak terbendung lagi. Begitu sering terjadi, begitu mudah tersulut, hanya persoalan yang semestinya dapat diselesaikan tanpa kerusakan dan kerugian lebih besar. Energi terbesar manusia untuk merekonstruksi peradaban menjadi mosaik relief yang berkualitas yang bisa diwariskan kepada generasi penonton dan generasi penyambung garis keturunan seyogyanya ditunukkan gambar hidup yang enak dinikmati sambil makan dan minum di teras rumah, di halaman sekolah, dan di sepanjang panggung kehidupan. Energi destruktif tak pernah berbuah menyenangkan untuk segala generasi. Hanya memumpuk puing-puing dan fosil nestapa yang bila diceritakan kembali dalam gambar memori realis...

RIAK KECIL GELOMBANG BESAR

RASA INGIN TAHU YANG BESAR adalah salah satu sikap ilmiah.      Mau tahu sedikit atau banyak itu pilihan. Daya tarik magnet selalu berada pada dua kutub yang berbeda. Kesadaran akan eksistensi dan hakikat seharusnya menjadikan pola pikir terbuka bahwa perbedaan itu salah satu dalil tak terbantahkan oleh akal sehat manusia. Tingkat-tingkat kecerdasan itu melekat pada diri setiap insan. Bahwa ada kesamaam di antaranya juga bukan suatu kebetulan seperti yang sering ditulis dalam cerita sinetron di tv.      Tingkat kecerdasan dasar dimulai sejak dalam kandungan ibu, maka rahim ibu diinisiasikan sebagai sekolah kehidupan -- PAUD masa pranatal . Tingkat kecerdasan lanjutan pertama berlaku sejak 'terlahir' keluar dari persembunyian rahim ibu ( pascanatal) . Proses keluar dari persembunyian rahim tentu saja melalui persalinan. ada persalinan normal, lancr; ada persalinan 'istimewa'. Secara umum persalinan setelah usia matang kandungan 9 bulan 10 hari...

LADANG GANJEN DAN NYEYES

Pertama kali menginjakkan kaki di kota pempek, Palembang, tahun 1992 (walaupun sebelumnya lewat aja karena terus kerja ke Pulau Bangka) saya cari info di media lokal bernama Sripo alias Sriwijaya Post, grup koran kelompok Kompas Gramedia. Pada salah satu rubrik khasnya tertera gaya karikatur yang menampilkan tokoh keluarga ayam(chicken) berbadan telanjang dan kepala plontos. Itulah awal perkenalan saya pada 'Ayam Nyenyes dan kosa kata Ganjen'. Dua kata produk Sumsel ini kemudian berbaur dengan kehidupan saya sehari-hari ketika bertemu dengan orang-orang di kota ini. Beberapa kali juga saya sempatkan berkeliling ke lorong-lorong kampung dengan naik sepeda onthel sambil berolahraga sore atau saat waktu senggang saja. Hasilnya luar biasa. Ada gayung bersambut, ada dulmuluk, ada dulsawan, ada telok abang, ada perahu ketek, ada pempek lenjer sampai pempek kapal selam, ada bujang gadis, ada perahu bidar, ada tari tanggai, ada makam bagus kuning, kawah tengkurep, bukit siguntang, kamb...