Langsung ke konten utama

Postingan

KOMUNITAS KERE(N)

Judul-judul di Kompas beberapa kali bergaya seperti judul tulisan saya ini. Saya termasuk pengekor aja dulu seperti teori imitation yang saya peroleh di bangku kuliah sebelum punya gaya sendiri tirulah idolamu, biarlah sementara jadi idiot kereatif. Walau harus merancang budget ketat tiap bulan dari gaji yang pas-pasan, membaca informasi aktual lewat media massa wajib hukum hariannya. Ini hidup, Bung! Trend masyarakat dalam negeri maupun luar negeri perlu dilihat, dipahami, meski tak harus diikuti sakelijk, mentah, dan halal. Fatwanya dibuat sendiri dengan disiplin ilmu kanuragan, kebatinan, dan kantong rumah tangga. Sederhana: Biarlah orang membeli petasan, rokok, ijazah, pekerjaan, jabatan, ktp, perempuan, sebagai jalan pinta(r/s); dan saya membeli koran sepulang kerja ngambilnya(meski resmi berlangganan pada tukang lapak koran pinggir jalan). Dengan begitu saya kenal banyak pengecer koran di perempatan lampu jalan, tukang parkir toko sebelah, dan pembeli koran bekas yang datang ke ...

ROMEO AND JULIET VERSI PALEMBANG

Kayaknya kisah klasik shakespeare, sang maestro sastra puitik London itu gaungnya universal ya. Romantika sepasang muda-mudi yang fall in love-nya begitu buta itu tak berujung kegembiraan. Mereka harus berakhir tragis sebelum usia lanjut. Mungkin kita di Indonesia perlu membuat versi cerita yang lebih membahagiakan kali ya biar ada amanat yang berpengharapan hidup sejahtera sampai akhir menutup mata... mati juga ujungnya. Koran minggu ini menguak peristiwa tragis dari palembang. Korban pertamanya selalu perempuan, seperti skenario klasik aja. Bedanya settingnya pola keluarga modern, bukan kerajaan yang feodal, monarki yang mempertahankan tradisi bibit, bobot, bebet secara kaku. Dalam sastra Indonesia sendiri dikenal cerita Sitti Nurbaya, Salah Asuhan, Sengsara Membawa Nikmat yang tidak jauh dari nuansa romanika perjodohan pada masanya; lalu yang lebih kemudian Cintaku di Kampus Biru, Arjuna Mencari Cinta, sampai Saman. Ada keharuan mendalam di dada ini, Ada emosi terpendam yang tak ter...

LEMBAGA PEMASYARAKATAN TUHAN

Ketika bertemu teman napi di Nusakambangan beberapa tahun lalu, ia bercerita banyak tentang masa senggangnya di pulau khusus permukiman kembali tahanan dari berbagai daerah lain dan berbagai kasus pelanggaran hukum positip yang sudah diputus hakim pengadilan negara. Seperti halnya tokoh Robinhood yang ganteng dari hutan Sherwood, ia dikenal warga sebagai pemuda bertemperamen sosial tinggi. Keprihatinan kampung dalam menghadapi gejolak krisis dihadapinya dengan aliran dana segar yang memberi harapan keluar dari kemelut. Keluarganya termasuk keluarga berkecukupan. Saudara-saudaranya tak ada yang menganggur walau tidak semua bekerja di kantor atau perusahaan. Mereka ini membuka wira usaha sendiri, bahkan merekrut teman sekampung untuk terlibat aktif memperbaiki kesejahteraan hidup ala kampung yang penuh kesibukan. Keuletan kerja mereka tak perlu diragukan, modal dasar mereka sekolahan yang cukup disegani. Apalagi modal dana keuntungan yang berhasil mereka himpun, cukup untuk membiayai sek...

LADANG GANJEN DAN NYEYES

Pertama kali menginjakkan kaki di kota pempek, Palembang, tahun 1992 (walaupun sebelumnya lewat aja karena terus kerja ke Pulau Bangka) saya cari info di media lokal bernama Sripo alias Sriwijaya Post, grup koran kelompok Kompas Gramedia. Pada salah satu rubrik khasnya tertera gaya karikatur yang menampilkan tokoh keluarga ayam(chicken) berbadan telanjang dan kepala plontos. Itulah awal perkenalan saya pada 'Ayam Nyenyes dan kosa kata Ganjen'. Dua kata produk Sumsel ini kemudian berbaur dengan kehidupan saya sehari-hari ketika bertemu dengan orang-orang di kota ini. Beberapa kali juga saya sempatkan berkeliling ke lorong-lorong kampung dengan naik sepeda onthel sambil berolahraga sore atau saat waktu senggang saja. Hasilnya luar biasa. Ada gayung bersambut, ada dulmuluk, ada dulsawan, ada telok abang, ada perahu ketek, ada pempek lenjer sampai pempek kapal selam, ada bujang gadis, ada perahu bidar, ada tari tanggai, ada makam bagus kuning, kawah tengkurep, bukit siguntang, kamb...

MENDEKATI AKHIR BULAN

Masa kanak-kanak tidak kita sadari kalau ekonomi keluarga itu pasang surut dalam pengelolaan anggaran. Orang-orang dewasa yang sudah bekerja baik tetap maupun tidak tetap akan mendapat upah yang harus dibagi-bagi untuk anggota keluarganya sampai pemerolehan dana tetap berikutnya. Beruntunglah kalau di sana-sini ada tambahan penghasilan yang bisa dipertanggungjawabkan asal-usulnya. Almarhum ayahku, dulu seorang PNS golongan IId sampai beliau meninggal, dan pensiun sebelum meninggal untuk beberapa tahun terakhir. Sampai sekarang uang pensiun diterima oleh ibuku untuk bertahan hidup di kota kelahiran Jogyakarta. Dengan delapan anak, orang tuaku mencoba bertanggung jawab penuh terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan intelektual, bahkan spiritualitas keluarga. Tak peduli timingnya tepat atau tidak, anak-anak selalu meminta terpenuhinya kebutuhan sesaat yang mendesak untuk dikabulkan saat itu juga. Belum terpikir bahwa kantong orang tua bisa kempes bahkan kosong melompong, padahal hidup ...

TRANSAKSI PANTAI-PANTAI

Betapa ganasnya laut lepas, menggulung ombak-ombak, membentur karang, juga pasir menikung landai di antara hempasan buih berisik sampai mengering dibakar matahari. Pantai laut selatan Jawa dikenal masyarakat menyimpan tenaga misteri kerajaan bawah air. Teori ilmu kelautan tidak dapat menyelami kedalaman makna laut ini. Petani nelayan yang berjiwa laut punya ritual khusus untuk memulai dan mengakhiri kerja kesehariaannya. Di situlah kiranya harapan untuk tetap hidup bagi mereka adalah mengabdi pada laut. Kekayaan laut yang membentang perlu dikelola dengan arif, tapi siapa manajer kelautan? Apakah dia berjiawa pelaut seperti gambaran nenek moyang dahulu? Daratan ternyata hanya sebagian dari hamparan lautan yang mengelilingi. Pada suhu minus, air laut membeku di kutub utara dan selatan, yang katanya semakin mencair dalam pemanasan global abad ini. Ancaman bahwa daratan pantai akan cepat tenggelam, pulau-pulau kecil akan terendam, menimbulkan alarm gelombang tsunami mengerikan yang sewaktu...

KERAJAAN SAMADI

Raja tua mangkat, digantikan oleh raja muda pewaris tahta dari permaisuri. Suksesi memang harus terjadi seiring regenerasi. Pada saat raja tua menjelang ajal, banyak rerasan di antara yang datang pisowanan tentang siapa dan bagaimana menghadapi situasi zaman ke depan. Kelompok sepuh suka bernostalgia tentang keterlibatannya pada masa jaya, sedangkan kelompok muda bicara teknologi persenjataan untuk perdamaian. Bahan bakar minyak telah dikonversikan menjadi bahan bakar gas. (Di tingkat rakyat perubahan itu membawa petaka ledakan dan kelangkaan stok di tingkat agen). Tungku batu harus diganti dengan kompor, selang dan regulator. Rakyat tidak diajari faktor safetynya. Biar berlaku strategi trial and error aja, kata pengusaha gas. Minyak kemana? diekspor untuk devisa, milik BUMN untuk diperdagangkan dan bukan dikonsumsi secara murah. Lokasi kerajaan selalu berada pada pusat atau sentra aktivitas yang dikelilingi benteng penjagaan sekaligus sebagai badan sensor terhadap ancaman luar. Tempa...